Sinergi Inovasi: Pengadilan Agama Pamekasan Gandeng Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo Madura
.jpg)
Ketua Pengadilan Agama Pamekasan, Dr. H. Muhammad Najmi Fajri, S.H.I., M.H.I., secara resmi menyambut kedatangan Dekan Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) pada Selasa, 23 Juni 2026. Pertemuan ini turut dihadiri oleh Panitera, Sekretaris, serta Pranata Komputer Pengadilan Agama Pamekasan guna membahas langkah strategis pengembangan teknologi. Kehadiran delegasi dari akademisi ini merupakan tindak lanjut atas permohonan resmi pihak pengadilan yang diajukan beberapa waktu lalu.
Kerja sama ini diinisiasi untuk memberikan solusi konkret terhadap berbagai kendala teknis yang dihadapi oleh Pengadilan Agama Pamekasan dalam mengoptimalkan sistem layanan berbasis teknologi informasi. Kedua instansi sepakat untuk melakukan pemetaan masalah serta merancang inovasi digital yang lebih efektif dan efisien bagi masyarakat. Sinergi antara dunia akademis dan lembaga peradilan ini diharapkan mampu menciptakan terobosan baru dalam mempercepat proses administrasi hukum di wilayah Pamekasan.
Dalam sambutannya, Ketua Pengadilan Agama Pamekasan, Dr. H. Muhammad Najmi Fajri, S.H.I., M.H.I., menyampaikan apresiasi tinggi atas respons positif dari pihak Fakultas Teknik UTM dalam mendukung transformasi digital lembaga ini. Beliau menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor tersebut sangat krusial untuk menjawab tuntutan zaman akan layanan publik yang semakin transparan dan cepat. "Kami sangat berharap pendampingan ini dapat meningkatkan kualitas inovasi layanan IT sehingga akses keadilan bagi masyarakat pencari keadilan di Pamekasan menjadi jauh lebih mudah dan modern," ungkapnya dengan penuh optimisme.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan khidmat dan produktif, diakhiri dengan diskusi teknis mengenai rencana aksi pengembangan aplikasi layanan ke depannya. Para pihak berkomitmen untuk menindaklanjuti pertemuan ini dengan langkah-langkah implementasi yang terukur sesuai dengan kebutuhan mendesak di lapangan. Harapannya, kerja sama ini akan menjadi model pengembangan layanan berbasis teknologi yang berkelanjutan bagi instansi-instansi lainnya di lingkungan peradilan agama.











Berita Terkait: