PA Pamekasan Selenggarakan Pretest Bagi Mahasiswa Magang Guna Ukur Kapasitas Kompetensi Hukum

Pengadilan Agama Pamekasan menyelenggarakan ujian pretest bagi mahasiswa magang dari STAIFA Al Falah, UINSA Surabaya, dan UTM Madura di Ruang Sidang 2 pada Senin, 12 Januari 2026. Pelaksanaan ujian ini didampingi secara langsung oleh jajaran Hakim Pamong, yakni Abadulloh Mubarok Al Ahmady, S.H.I., M.E., Akmal Adicahya, S.H.I., M.H., dan Fiky Inayah, S.H.I. Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan sejauh mana pemahaman awal para mahasiswa mengenai hukum acara peradilan agama sebelum memulai praktik kerja lapangan secara mendalam.
Hakim Pamong Pengadilan Agama Pamekasan, Abadulloh Mubarok Al Ahmady, S.H.I., M.E., menyatakan bahwa pretest ini merupakan instrumen penting untuk mengukur kesiapan akademik seluruh peserta magang. Beliau menekankan bahwa hasil dari ujian ini akan menjadi acuan bagi para pamong dalam menentukan metode bimbingan teknis yang paling efektif selama masa praktik berlangsung. Beliau juga berharap agar para mahasiswa mengerjakan soal dengan jujur dan sungguh-sungguh sebagai cerminan integritas calon praktisi hukum masa depan.
Suasana di dalam ruang sidang tampak hening dan kondusif saat para mahasiswa berkonsentrasi menjawab berbagai materi terkait administrasi perkara hingga simulasi persidangan. Ketiga Hakim Pamong secara bergantian memberikan arahan mengenai tata tertib ujian serta memberikan motivasi agar para mahasiswa tidak sekadar mencari nilai, melainkan mendalami substansi ilmu. Kehadiran para pembimbing tersebut memastikan bahwa standar kualifikasi mahasiswa magang di Pengadilan Agama Pamekasan tetap terjaga sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan.
Setelah sesi ujian berakhir, tim Hakim Pamong segera melakukan tinjauan singkat terhadap hasil jawaban untuk memberikan umpan balik langsung kepada para mahasiswa. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen instansi dalam menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan transformatif bagi para akademisi dari berbagai perguruan tinggi. Pengadilan Agama Pamekasan berharap program magang tahun ini dapat mencetak lulusan hukum yang tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga tangkas dalam praktik di lapangan.











Berita Terkait: