Pimpinan PA Pamekasan Hadiri Monitoring dan Evaluasi Berkas Perkara Elektronik di Surabaya

Ketua Pengadilan Agama Pamekasan, Dr. H. Muhammad Najmi Fajri, S.H.I., M.H.I., bersama Panitera Muhammad Ali Said, S.H.I., M.H., menghadiri acara fullday meeting di Hotel Mercure Surabaya pada Rabu, 15 April 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Surabaya ini berfokus pada Monitoring dan Evaluasi Kelengkapan Berkas Perkara Kasasi Secara Elektronik serta Peninjauan Kembali. Pertemuan strategis tersebut merupakan tindak lanjut resmi atas surat Panitera Mahkamah Agung Republik Indonesia dengan nomor 459/PAN/OT.01.2/4/2026.
Acara ini bertujuan untuk memastikan seluruh satuan kerja di bawah wilayah hukum PTA Surabaya memiliki keseragaman dalam pemenuhan dokumen elektronik. Para peserta diberikan pemaparan mendalam mengenai standar baku pengunggahan berkas agar proses birokrasi di tingkat Mahkamah Agung berjalan lebih efektif. Melalui evaluasi ini, diharapkan kendala teknis yang sering ditemui dalam proses administrasi perkara kasasi dan peninjauan kembali dapat diminimalisir secara signifikan.
Ketua PA Pamekasan menyampaikan kepada tim redaksi PA Pamekasan, mengenai pentingnya akurasi data dalam sistem peradilan modern. "Kami berkomitmen penuh untuk mengimplementasikan hasil evaluasi ini demi menjamin kelancaran administrasi perkara yang diajukan ke tingkat pusat," ujar Dr. H. Muhammad Najmi Fajri di sela kegiatan. Beliau juga menegaskan bahwa ketelitian aparatur dalam menyusun berkas elektronik adalah kunci utama dalam memberikan kepastian hukum bagi para pencari keadilan.
Partisipasi aktif PA Pamekasan dalam kegiatan ini menunjukkan kesiapan lembaga dalam mendukung transformasi digital di lingkungan Mahkamah Agung. Sinergi antara pimpinan dan bagian kepaniteraan diharapkan mampu meningkatkan rapor kinerja penanganan perkara pada aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP). Pertemuan ini diakhiri dengan perumusan langkah-langkah konkret yang akan segera diterapkan oleh seluruh jajaran Pengadilan Agama Pamekasan sekembalinya dari Surabaya.











Berita Terkait: