Hakim PA Pamekasan Berikan Keterangan Terkait Penelitian Dampak Dispensasi Kawin terhadap Keberlanjutan Pendidikan
.jpg)
Hakim Pengadilan Agama Pamekasan, Abdulloh Mubarok Al Ahmady, S.H.I., M.E., menerima kedatangan tim peneliti dari akademisi UIN Madura pada Kamis (02/07/2026) di Ruang Tamu PA Pamekasan. Pertemuan tersebut dilaksanakan dalam rangka sesi wawancara mendalam terkait fenomena dispensasi kawin yang ditangani oleh pihak pengadilan. Fokus utama penelitian ini adalah mengkaji korelasi antara penetapan dispensasi kawin dengan keberlanjutan masa depan pendidikan anak yang menempuh jenjang pernikahan dini.
Dalam proses wawancara, Hakim Abdulloh Mubarok Al Ahmady memaparkan berbagai fakta hukum serta realitas sosial yang mendasari permohonan dispensasi kawin di wilayah hukum Pamekasan. Beliau menjelaskan bahwa setiap perkara yang masuk selalu melalui proses telaah yang sangat ketat dengan mempertimbangkan kemaslahatan serta perlindungan terhadap hak-hak anak. Pihak pengadilan senantiasa memberikan edukasi kepada para pemohon mengenai pentingnya mempertimbangkan dampak jangka panjang, termasuk risiko terputusnya jenjang pendidikan formal bagi anak-anak tersebut.
Bapak Mubarok menyampaikan kepada tim peneliti bahwa Pengadilan Agama Pamekasan sangat mendukung kajian akademis ini sebagai upaya solutif dalam menekan angka pernikahan dini melalui perspektif pendidikan. Beliau menegaskan bahwa keberlanjutan pendidikan anak tetap menjadi poin penting yang harus diperhatikan oleh orang tua agar anak tetap memiliki masa depan yang cerah meski telah memasuki kehidupan berumah tangga. Melalui kolaborasi riset ini, beliau berharap masyarakat dapat semakin sadar akan pentingnya memprioritaskan pendidikan di atas segalanya demi kualitas generasi masa depan yang lebih baik.
Kegiatan wawancara ini berlangsung dengan diskusi yang dinamis serta pertukaran gagasan mengenai upaya preventif untuk meminimalisir dampak negatif dispensasi kawin. Pihak Pengadilan Agama Pamekasan menyambut baik inisiatif UIN Madura dalam membedah isu ini secara ilmiah demi mendukung kebijakan pemerintah daerah. Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pemangku kebijakan dalam merancang program perlindungan anak yang lebih efektif di Kabupaten Pamekasan.











Berita Terkait: